Wednesday, August 29, 2012

Belajar dalam film Warkop : Gede Rasa

Selamat pagi menjelang siang, hari ini gw akan ngebahas tentang film warkop dki yang berjudul gede rasa. Film ini berkisah tentang Sanwani yang diperankan oleh Kasino, Paijo yang diperankan oleh Indro, Slamet yang diperankan oleh Dono dan juga Poltak yang diperankan Dorman Dorisman.

Kisah dalam film ini adalah mengenai Sanwani yang merupakan anak seorang pengusaha kaya yang disuruh menikah oleh kedua orang tuanya. Namun Sanwani tidak bisa langsung menikah karena telah mengidap penyakit kelamin akibat "jajan" sembarangan. Di sisi lain Paijo telah menjadi dokter yang cukup terkenal di mata masyarakat. Sedangkan Slamet telah putus kuliah akibat kekurangan biaya sehingga gagal menjadi sarjana. Mereka berempat bertemu lagi di rumah sakit ketika Sanwani ingin memeriksa penyakit kelaminnya dan tak sengaja bertemu Paijo. Disana pun Sanwani bertemu lagi dengan Poltak yang telah menjadi mantri suntik dan Slamet yang juga ingin disuntik akibat penyakitnya. Cerita film ini pun bermulai dari sini (asik dah bahasanya hehe)

Berikut video lengkap film Warkop Ge Er : 



Dari film ini ada beberapa hal yang ingin dikritisi dalam kehidupan sosial oleh para anggota warkop. Nah berikut hal-hal yang dikritisi yang gw tangkap dari film ini :
  1. "Enak deh jadi orang gedean, pantes aja pada gamw digeser". Disini dikisahkan kalau orang udah pernah jadi penguasa maka dia akan mempertahankan kekuasannya karena sudah menikmati kekuasaannya. (mengingat film ini dibuat pada masa pemerintahan otoriter Soeharto)
  2.  "Emang susah jadi orang kecil, jadi korban melulu". Kalau yang ini kayaknya sampai sekarang masih ada, dimana rakyat kecil hidupnya selalu ditindas oleh yang punya kekuasaan.
  3. "Jangan mau ambil untung melulu, kau kan harus meratakan pendapatan". Kata ibu Kasino ketika Kasino menolak untuk memberi kenaikan gaji kepada karyawan di kantornya. 
  4. "Udara di Jakarta penuh dengan polusi kemunafikan, udara disini busuk". Yang barusan petikan dari kata-kata ibu Kasino. Kata-kata ini kayaknya masih sangat relevan dengan apa yang terjadi saat ini di Jakarta. Isinya orang brengsek semua.
  5. "Dengan memberikan jabatan rangkap kepada seseorang, kamu telah memperkosa hak-hak seorang pengangguran." Ini juga kata-kata ibunya Kasino. Mungkin jaman dulu 1 manusia dipakai bersama kali ya? haha
  6. "Jangan suka jajan sembarangan, ntar kena patil". Nah kalo yang ini kayaknya buat para pria hidung belang jangan suka jajan ntar kena patil baru tahu rasa loh.
  7. "Enaknya gak seberapa, penyakitnya gak tanggung-tanggung." Neh buat lo, cowok-cowok yang pengen coba-coba jajan. Siap-siap aja bernasib kayak sanwani disini hehe..
Kayaknya segini aja dulu yang bisa gw kasih hehe. semoga bermanfaat buat yang baca nyahaha... 

0 comments: