Sunday, September 23, 2012

Menunggu Zaman "Doraemon" Tiba


 
Aku ingin begini,
Aku ingin begitu,
Ingin ini itu banyak sekali,
La la la, aku sayang sekali, Doraemon.

Yang barusan merupakan lagu dari Doraemon. Kayaknya semua anak kecil tahun 1990-an pada tahu lagu ini, karena kalau gak tahu mungkin di rumahnya gak ada tv. Film Doraemon memang merupakan film yang menurut gw kontroversial karena ceritanya mengenai kehidupan seorang Robot yang datang dari masa depan yakni Doraemon untuk membantu Nobita dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Lalu dimana istimewanya? karena cerita ini dibuat tahun 1969. Pada masa itu, menurut gw ketika ada seseorang yang berpikir mengenai perjalanan ke masa depan, robot, dan segala jenis teknologi canggih lainnya merupakan sebuah hal yang sangat gila. Bahkan sampai sekarang pun, masih banyak hal yang ada di film Doraemon yang belum bisa dibuat pada masa ini. 

Bagaimana dengan perkembangan robot sendiri pada saat ini? Kalau untuk perkembangan robot masa ini, bisa dibilang sudah cukup canggih hanya saja belum sampai pada tahap "Doraemon". Lalu, apa aja hal-hal yang harus dilakukan manusia untuk bisa sampai membuat robot seperti Doraemon? Berikut gw kasih sedikit ulasannya.
 
Pertama-tama adalah mata. Robot yang diprogram pasti menggunakan computer vision. Untuk mempelajari computer vision bukanlah sebuah hal yang mudah karena objek yang dilihat dari robot adalah sebuah image. Sedangkan untuk menerjemahkan image menjadi sebuah kode binary merupakan sebuah proses yang sangat panjang dan tidaklah mudah. Jadi untuk penelitian mengenai computer vision saja butuh waktu yang sangat panjang, belum lagi dengan masalah mengenai pergerakan bola mata robot yang ingin dibuat menyerupai dengan manusia. Karena pergerakan bola mata manusia dan jangkauan mata manusia sangatlah unik. Jadi masalah penglihatan saja mungkin tidak akan sesempurna manusia.

Mari kita lanjurtkan ke bagian yang kedua yakni jaringan saraf tiruan. Ini juga merupakan sebuah hal yang sulit. Kenapa bisa dibilang sulit? karena sampai saat ini saja untuk bisa mempelajari sistem saraf manusia saja sudah sangat merepotkan apalagi untuk memindahkan sistem saraf manusia tersebut menjadi sistem saraf robot. Gak kebayangkan bagaimana rumitnya hal tersebut? Untuk bisa tahap kesitu bisa dibilang mungkin masih sangat jauh malahan mungkin tidak bisa karena tubuh manusia sangat kompleks dan unik. Jadi tidak mungkin manusia bisa membuat sesuatu yang sama persis dengan manusia tersebut (robot). Untuk contoh simpelnya adalah sensor terhadap rangsangan dimana jika dipukul atau dihajar manusia akan merasa sakit. Lalu bagaimana dengan robot? Apakah mereka kelak akan merasakan sakit juga? Bagaimana dengan kekuatan mereka? Apakah akan jauh lebih kuat dari manusia? Ya tunggu saja kedatangannya nanti.

Langsung saja menuju faktor terakhir yang mungkin tidak akan pernah terselesaikan yakni AI atau Artificial Intelegence atau dalam bahasa Indonesia adalah Kecerdasan buatan. Kenapa gw bilang ini tidak akan pernah terselesaikan? karena jika harus merunut terhadap perkembangan otak manusia maka itu bisa tidak akan ada habisnya karena otak manusia selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Manusia memang mahluk aneh karena sampai sekarang, kita masih belum mengetahui berapa besar memori yang sanggup disimpan oleh manusia, juga kita belum tahu berapa % kinerja maksimum (best effort) otak kita. Jadi kalau untuk membuat robot yang memiliki kecerdasan sama dengan manusia mungkin tidak akan pernah bisa karena ketika membuat AI robot, kita harus menentukkan berapa memori yang bisa dipakai oleh robot tersebut dan bagaimana penggunaan memori robot untuk bisa mengolah informasi yang didapat. 

Nah, yang gw jelasin yang udah gw pelajarin di kampus. Masihkah ada faktor lain yang mempengaruhi? Gw rasa masih ada cuma gw belum tahu lebih jauh. Jadi kalau mau tahu lebih jauh mulai baca-baca jurnal mengenai robot. Begitu aja dari gw kali ya, selamat menunggu kedatangan doraemon dan terminator.

0 comments: