Sunday, September 30, 2012

Politik di Kampus Biru

Hoam, udah lama banget neh gak nulis akibat kebanyakan kerjaan (serius loh). Nah kali ini gw akan menulis mengenai politik. Sebenarnya hari ini gw pengen nulis tentang artikel programming cuma sayang aja, entah kenapa kalau tulis koding di blognya langsung di generate gitu. Jadi akhirnya gw bete dan gajadi deh nulis tentang programming. So, daripada gw nganggur, mending sekarang gw nulis tentang politik yang sedang terjadi di kampus gw. Gw ga mau nyebut nama kampusnya cuma panggil aja kampus gw dengan nama kampus biru, karena emang warna lambangnya biru dan ada gambar bolanya hehe #eh.

Oke, permulaan cerita tentang politik yang di kampus tuh sebenarnya terjadi secara tidak sengaja ketika gw lagi ngerjain tugas SAP di perpustakaan. Gw ketemu sama temen seperjuangan di organisasi kemahasiswaan. Dia tiba-tiba cerita tentang masalah mengenai temannya yang ngajakin futsal pake ngancam-ngancam gak ditemenin kalau dia gak dateng, eh malah yang ngajakin yang kagak dateng. Uda deh dia curcol disitu. Tapi pembicaraan kita gak berakhir disitu sob, mulailah pembicaraan ini menjadi sedikit lebih panas ketika gw dan dia membicarakan mengenai tentang dosen di kampus ini.

Jadi ceritanya, Pelaksana Rektor ini sebut saja Jackie Chan adalah salah satu dosen di kampus yang cukup ternama di daerah Jakarta Pusat (dulu). Pas pindah kesini, dia banyak mengundang mantan dosen dari kampus itu menjadi dosen di kampus biru ini. Sebenarnya gak masalah ketika dosen tersebut memang berkualitas dan bisa mengajar mahasiswa dengan baik. Namun, masalah dimulai ketika ternyata terjadi ketimpangan antara gaji dosen dari kampus A (kita sebut saja temen2 Jackie Chan ini) dan dosen dari kampus lain (sebut saja yang lain bukan temen2 Jackie Chan). Penyimpangan ini mulai tercium oleh petinggi2 rektorat atau kita sebut saja oleh "Godfather". 

Para Godfather yang mulai merasa ketidakberesan ini, akhirnya membuat keputusan dimana yang gw juga ga ngerti gimana keputusannya, tiba2 ngusir Jackie Chan dari Pelaksana Rektor. Nah ternyata para Godfather ini pun, merasa setelah memutus kepalanya masih tercium ada ketidakberesan yang ditinggalkan oleh Jackie Chan yakni para dosen yang diangkat oleh dia. Mengetahui hal ini, maka dilakukan beberapa cara yang menurut gw agak sedikit busuk, dan mungkin menimpa dosen gw ( yang berkualitas dan baik, namun kalau ngasih soal susah). Ya dibuatlah para dosen ini ke dalam suasana kerja yang tidak menyenangkan. Beberapa orang pun gagal survive dan akhirnya memilih resign, begitu juga dosen gw ini (padahal pengen gw jadiin pembimbing skripsi). 

Dosen-dosen teman Jackie Chan ini pun akhirnya bermigrasi ke universitas yang juga masih baru yang ada di dekat pasar Festival. Perpindahan ini mungkin juga karena disana gajinya lebih besar sehingga mereka memilih untuk mengajar di sana secara beramai-ramai. Setelah mendengar cerita temen gw ini, gw pun merasa bahwa nih kampus caranya licik juga untuk mengusir orang, namun temen gw bilang kalau sebenarnya ini merupakan sebuah langkah agar tidak terjadi gap di kampus ini sendiri supaya temen-temen Jackie Chan ini tidak membuat sebuah club yang eksklusive. Dan gw pun merasa, okelah kalau begitu. 

Ternyata cerita temen gw juga belum selesai tuh disitu, soalnya ada beberapa hal yang membuat dia agak sebel. Jadi di kampus biru ini, ada seorang guru besar pertama di kampus di bidang ekonomi. Nah, dia juga salah seorang dari Godfather di kampus ini. Entah ada pergesekan, cek cok atau semacamnya, dipindahtugaskan lah si Godfather ini dari kampus biru ini ke departemen yang lain yang nun jauh disana (gitu kata temen gw). Karena tidak betah akibat hal tersebut, sang Godfather ini pun akhirnya keluar dari kampus biru ini dan pindah untuk mengajar di kampus yang lain ( gw lupa nama kampus apanya tapi deket kampus biru juga). Caranya pun sama dengan dosen temen-temennya Jackie Chan yakni dengan membuat suasanan pekerjaan yang tidak nyaman,

Alhasil dari percakapan ini, gw mengerti akan satu hal bahwa di kampus pun, politik bisa begitu kental padahal disinilah tempat mendidik generasi-generasi yang memiliki integritas. Bayangkan saja, cara seperti ini digunakan untuk mengusir orang secara halus,. Kampus biru ini tidak ingin melakukan "PHK" (gw ga ngerti istilah kampusnya apa) supaya terbebas dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan ketika ingin mengeluarkan seseorang. Entah siapa orang yang berkuasa yang memiliki peranan tertinggi dalam Godfather ini, hanya saja gw harap politik yang terjadi di kampus ini bisa jadi contoh bahwa dunia kerja itu keras dan beberapa orang ada yang tidak senang dengan kita atau prestasi kita akan melakukan berbagai cara agar kita terjatuh. Kalau bisa mungkin dihilangkan dari peredaran agar tidak mengganggu ke depannya.

Tulisan di kampus biru ini adalah kisah nyata. Kebenarannya memang masih abu-abu karena gw hanya mendengar saja dari pihak ketiga tanpa informasi yang akurat dari nara sumber. Habis kalau mau ketemu nara sumbernya aja susah sih, setiap ketemu aja ada alasannya buat ngeles. So, mau gimana lagi. Kalau ada yang mau koreksi atau para Godfathernya baca, monggo deh dikomen. atau mungkin dari para mahasiswa-mahasiswa yang kritis mungkin hehe..

0 comments: