Tuesday, October 16, 2012

Aktivis di Kampus Biru

Yah, akhirnya waktu yang ditunggu telah tiba. Hembusan angin nan semilir beserta deburan ombak yang membuat bunyi gemercik telah terdengar. Walaupun hujan membasahi tanah dan membuat lumpur kemana-mana, hanya rasa ini yang tetap ada di hati. Wahai kampus biru, yang berada di ujung antah berantah, hanya satu hal yang bisa saya lakukan sebelum saya lulus nanti yaitu mengkritisi, membenahi, memberi solusi dan aksi.

Ya yang diatas adalah kisah bodoh aktivis yang cuma bisa puisi dan kagak ada aksi. Nah oleh karena itu hari ini, atas arahan seorang teman yang merasa tergelitik melihat kebijakan kampus biru yang katanya mau bangun sistem ( dikira mau bikin program kali ya #hadeh), maka saya tergerak untuk menulis kembali mengenai kampus biru. Hanya saja kali ini dibahas dengan cara yang berbeda yakni dari perspektif sang aktivis. Untuk memulai cerita ini, mari kita sebut dia dengan Mr. V. Maksud dari V adalah V for ... ( ya silahkan isi sendiri malas gw ngisinya apa).

Pertama kali gw bertemu dengan aktivis ini ketika dikenalkan dengan teman yang bernama Burger King Yahud waktu semester 1. Pada saat pandangan pertama ketika gw bertemu dengannya, gw melihat nih orang kenapa kayak gini modelnya? Ya tapi inilah pertemuan pertama gw dengannya. Ternyata anaknya asik bro, dulu dia pernah jatuh cinta dengan teman sekelasnya sebut saja (kok jadi ngomongin cinta ya, oke skip). Dulu si Mr. V dengan Burger selalu bersama karena masih semester 1 dan 2 jadi krs masih 1 paket. Waktu itu gw tidak terlalu mengenal dekat dengan Mr. V, so jadi kurang banyak yang bisa diceritakan.

So, walaupun si Mr.V ini kurang gw kenal dekat, di sisi lain dia adalah seorang yang sangat eksis di kampus biru. Bayangkan saja, followernya saja di twitter ada 400 (kok heboh ya?). Dia juga ikut UKM yang cukup terkenal di kampus (dulunya biasa aja bahkan hampir punah) tapi berkat dia akhirnya UKM ini seperti bangkit dari kubur. Nah karena dia ikut UKM ini, akhirnya namanya pun terdengar sampai seantero kampus biru. Tidak hanya aktif di UKM, Mr. V juga seorang yang pintar, IPKnya saja 3.5 (kalau gak salah, belum gw stalking lagi). Gile ye, udah pinter trus eksis pula ( gw banget sih ini (cita-cita n gak kesampean)).

Lalu bagaimana perjalanan keaktivisannya di kampus biru ini? Ya, dia adalah pemred majalah delapan (nama majalah - 1) yang mengkritisi kampus dengan cara yang agak kasar (lawannya). Banyak sekali hal yang dibicarakan dari majalah ini mengenai kampus. Namun tidak hanya mengkritisi, dia juga memberikan solusi. Majalah delapan telah mengedukasi banyak mahasiswa di kampus biru dengan caranya sendiri. Namun ada masalah yang pernah tersangkut oleh pemred ini. Masalahnya mengenai si burger yang pernah kehilangan laptopnya.

Jadi ceritanya, majalah delapan menulis mengenai kasus kehilangan di kampus biru. Di tulisan itu murni berdasarkan hasil data lapangan saja, hanya ada hal yang membuat para godfather dan juga genei ryodan (geng dosen lantai 3) gusar. Ya, Mr. V mencantumkan nama si pelaku di majalah delapan dan itu katanya berlawanan dengan semangat jurnalistik yang katanya menggunakan asas praduga tak bersalah. Namun, dengan jurus seribu bacotnya akhirnya si Mr. V berhasil mengalahkan argumen-argumen dari genei ryodan. Ya iyalah, asas praduga tak bersalah kalau orangnya masih belum dibuktikan, lah ini emang udah terbukti bersalah dan sudah disidang kok. 

Pada akhir penghujung semester sebelum lulus ini, sang aktivis, Mr. V juga ingin membuat gebrakan baru dengan membuat hari aspirasi. Dia melihat bahwa angkatan dibawah agak kurang kritis dan powerful. So, sebelum meninggalkan kampus, dia ingin memberikan kenangan berupa sebuah hasil project yakni " Generasi bawah yang powerful, kritis, solutif dan unyu". Namun, di sisi lain timbul sebuah pertanyaan. Menurut gosip katanya Mr. V sedang mengincar CY dan CA. Bener gak tuh? Mari kita selidiki lebih jauh. Case closed

0 comments: