Tutorial Codeigniter : Pemodelan Administrator

Halo, selamat siang semua. Akhirnya setelah puluhan tahun tidak menulis, bisa nulis juga hehe. Sebenarnya ini terjadi akibat skripsisme, revisitalisme, dan sidangisme. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa skripsi telah menghabiskan seluruh jiwa dan raga untuk dapat menyelesaikannya. Tetapi sesuai dengan kata kasino dalam film warkop DKI yang berjudul Mana Tahan, maka segala sesuatu yang punya awalan pasti ada akhiran. Jadi skripsi dimulai ujung-ujungnya kelar juga. Demikian. eh kok ini malah ngomongin skripsi gw ya. Oke kali ini gw akan sedikit membahas mengenai tutorial php, khususnya penggunaan codeigniter.

Seperti yang kita ketahui, bahwa dalam membuat sebuah website yang memiliki CMS maka dibutuhkan sebuah direktori khusus untuk halaman administrator. Sebagai contoh untuk website www.unyu.com, maka untuk memanggil halaman admin akan dipanggil dengan cara seperti ini www.unyu.com/admin. Cara seperti itu akan ampuh, kalau kita mendevelop web menggunakan native php tanpa bantuan framework. Lalu bagaimana jika mendevelop dengan bantuan framework terutama dengan menggunakan codeigniter. 

Dalam membangun administrator panel dengan menggunakan codeigniter terdapat 3 cara yang digunakan. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahannya. Nah cara tersebut adalah sebagai berikut.

1.  Membangun 2 aplikasi.
Ini adalah cara yang diajarkan langsung oleh codeigniter. Dengan membangun 2 aplikasi yang berbagi 1 core system yang sama. Berikut gambaran proses penggunaan dengan menggunakan 2 aplikasi.

Gambar diatas merupakan isi dari folder application yang telah dipecah menjadi bagian frontend dan backend.


Setelah dibagi menjadi bagian backend dan frontend maka isi folder application yang asli dipindahkan ke masing-masing folder.


Lalu pada index.php ubah isi variabel application folder dengan applications/frontend.


Dan yang terakhir buat sebuah folder sejajar dengan folder application lalu beri nama folder terserah dengan yang kalian suka contohnya admin. Didalam folder tersebut copy index.php dan ubah isi variabel application folder dengan application/backend.

Cara ini dapat dibilang cukup menjengkelkan untuk aplikasi yang menggunakan library, helper, atau model yang sama karena masing-masing aplikasi menggunakan model, library, helper yang terpisah. Oleh karena itu, aplikasi ini sangat tepat digunakan untuk membangun aplikasi yang bagian depan dan belakang tidak berbagi data yang sama.

2.  Membangun subfolder.
Ini adalah cara yang biasa dipakai oleh para newbie codeigniter. Cara ini cukup elegant karena menggunakan routing dari codeigniter. Untuk dapat menggunakan cara ini biasanya newbie membangun subfolder dalam sebuah controller dengan nama 'administrator' (nama hanya sebagai contoh). Lalu setelah itu baru dimainkan di routing. Berikut gambaran proses penggunaan membangun subfolder.


Gambar diatas merupakan isi dari folder controller. Dalam folder controller dibuatlah sebuah subfolder yang diberi nama dengan backoffice yang berarti untuk admin panel.


 Didalam folder backoffice terdapat controller yang digunakan untuk admin panel.


Lalu, diaturlah routing pada folder config/routes.php. Routing agar bisa masuk admin panel adalah backoffice dimana ketika url ditulis backoffice maka akan memanggil controller admin dalam folder backoffice.

Cara ini merupakan cara newbie, sangat cocok untuk membangun aplikasi web yang skala kecil menengah. Tetapi, apabila aplikasi sudah pada skala raksasa (lebay) maka akan cukup merepotkan karena controllernya akan campur-campur.

3. Bermain dengan Module
Ini adalah cara yang digunakan oleh para pengguna codeigniter expert termasuk gw hahaha. Cara ini dibuat dengan tambahan thirdparty dari pihak lain. Untuk thirdparty dapat di download disini . Berikut gambaran proses penggunaan module dalam codeigniter. Cara ini juga biasa disebut dengan HMVC atau Hierarchical Model View Controller.



Gambar diatas merupakan folder MX yang harus dicopy ke dalam thirdparty milik codeigniter. Untuk mendapatkan folder MX tersebut ya download dulu dari link yang gw kasi diatas. Nanti baru deh di extract.



Isi dari folder MX adalah seperti yang tampak diatas. Isinya harus sama ya seperti yang diatas. Kalau beda gw ga tanggung kalo ga jalan.


Nah setelah kopi mengkopi tadi, mulai konfigurasi isi file config.php. Tambahkan sesuai dengan gambar diatas. Kalau diatas dapat ditulis modules. Cuma lo bebas konfiigurasi, kalau mau nama foldermya unyu juga boleh, ya pokonya terserah lo lah.



Nah gambar diatas merupakan isi dari folder modules. Disini gw pisahin secara frontend dan backend. Terserah lo mau nama modulnya apa, suka-suka lo aja.



Nah, sesuai yang gw bilang diatas. Di dalam folder frontend dan backend terdapat folder controller dan views. Masing-masing sifatnya modular artinya antara 1 modul dengan modul yang lain terpisah. Kalau mau tambahin model juga boleh, hanya aja biasa model dipakai bersama.



Dan yang terakhir adalah routing. Karena pada dasarnya frontend adalah folder maka pengaksesannya harus memanggil nama folder/controller sehingga jelek kalau di routing. Oleh karena itu lo harus atur routingnya biar oke hehe.

Cara ini merupakan cara terbaik saat ini khususnya untuk mereka yang ingin mengembangkan aplikasi skala raksasa (lebay) karena aplikasi dipisahkan modul by modul sehingga pengerjaannya bisa dilakukan secara keroyokan. 

Demikian sedikit tutorial dari saya, apa malah bukan tutorial ini disebutnya? ya udahlah ya.. jangan lupa diklik iklannya.

Comments

Anonymous said…
Saya sudah coba untuk cara yang ketiga.. tp keterangan page is not available...

config.php dan routes.php nya jg sudah..

Sponsored By

Popular posts from this blog

Pengalaman Perpanjang STNK di Samsat Depok

Kisah Seram di Puncak

Film Kartun Masa Lalu Yang Bikin Kangen : Part Indosiar